WOW KEREN

Sabtu, 26 September 2026

Tak Kenal Libur, Kasdam XXII/TB Berjibaku Padamkan Karhutla di Hiu Putih

Tak Kenal Libur, Kasdam XXII/TB Berjibaku Padamkan Karhutla di Hiu Putih

Palangka Raya – Hari libur bukan alasan untuk berhenti menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di kawasan Jalan Hiu Putih, Palangka Raya, Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si., turun langsung membantu personel TNI yang berjibaku memadamkan api di lahan gambut.

Dengan kondisi lahan yang dipenuhi asap, Kasdam turut berada di tengah lokasi kebakaran. Ia membantu proses pemadaman sekaligus melihat langsung perjuangan personel mengendalikan api yang masih membakar sejumlah bagian lahan. Danyonif R 631/Antang Letkol Inf Andy Darnianto, S.E., turut mendampingi Kasdam dalam kegiatan tersebut.

## Kasdam Turun Langsung ke Lokasi Karhutla

Kasdam XXII/Tambun Bungai tidak hanya melihat proses pemadaman dari luar lokasi. Ia ikut turun ke area yang terbakar dan membantu personel menangani titik-titik api.

Para prajurit menyisir lahan untuk mencari bagian yang masih mengeluarkan bara. Selang pemadam diarahkan ke permukaan gambut yang terbakar dan mengeluarkan asap.

Kasdam turut membantu proses penyiraman dan pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara di dalam gambut tidak kembali memicu api.

Kondisi medan membuat proses pemadaman tidak mudah. Asap tebal dan karakter lahan gambut mengharuskan personel bekerja dengan penuh kewaspadaan.

## Tak Kenal Tanggal Merah

Meski bertepatan dengan hari libur, penanganan karhutla tetap berjalan. Kasdam memilih turun langsung untuk melihat sekaligus membantu personel yang berada di garis depan.

Kehadiran Kasdam di tengah lokasi menjadi penyemangat bagi prajurit yang sejak sebelumnya terus melakukan pemadaman.

Semangat untuk tetap bertugas tersebut terlihat dari aktivitas personel yang tidak berhenti menyisir lahan dan melakukan pendinginan.

## Pastikan Bara Gambut Benar-Benar Padam

Pemadaman karhutla tidak selesai hanya ketika kobaran api sudah tidak terlihat. Personel harus memastikan bara di dalam lapisan gambut benar-benar padam.

Asap yang masih mengepul menjadi tanda bahwa sejumlah titik masih membutuhkan penyiraman. Karena itu, personel terus melakukan pendinginan pada bagian lahan yang berpotensi kembali terbakar.

Kasdam XXII/Tambun Bungai ikut memantau dan membantu proses tersebut hingga titik-titik yang terbakar mendapat penanganan.

Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan karhutla sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Jumat, 25 September 2026

Dankodaeral IX dan Uskup Amboina Resmikan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri

Dankodaeral IX dan Uskup Amboina Resmikan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri

TNI AL-Kodaeral IX, Ambon (25/9/2026). Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, meresmikan dan memberkati Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri Kodaeral IX, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (25/9/2026).

Peresmian rumah ibadah tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Kodaeral IX, khususnya umat Katolik, sekaligus menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung pembinaan kehidupan rohani prajurit dan keluarga.

Kehadiran gereja ini juga diharapkan semakin memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan TNI AL dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dankodaeral IX menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga. Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya memiliki fungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman dan pembentukan karakter umat.

“Gereja ini bukan sekadar bangunan batu dan semen, melainkan rumah doa, tempat pertemuan umat dengan Tuhan, serta lambang persekutuan iman yang hidup,” ujar Dankodaeral IX.

Ia menambahkan, penggunaan nama Santo Aloysius Gonzaga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk meneladani nilai-nilai kerendahan hati, ketulusan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.

“Gereja di lingkungan TNI Angkatan Laut ini memiliki makna penting dalam memperkuat kerohanian prajurit, menumbuhkan kerukunan, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama. Mari kita jaga kebersamaan dan jadikan tempat ibadah ini sebagai sumber kedamaian bagi semua,” tegasnya.

Sementara itu, Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dankodaeral IX serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan gereja tersebut.

Ia menjelaskan, pembangunan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga telah melalui proses yang panjang dan merupakan kelanjutan dari rintisan para pimpinan Kodaeral sebelumnya. Karena itu, peresmian gereja tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pembinaan kehidupan iman umat Katolik di lingkungan Kodaeral IX.

Mgr. Seno Ngutra juga mengajak seluruh umat untuk terus memelihara semangat persaudaraan dan saling menghormati di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kasih.

Apresiasi serupa disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Dominggus Nicodemus Kaya.

Gubernur Maluku menilai peresmian dan pemberkatan gereja tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan rohani keluarga besar Kodaeral IX maupun masyarakat di sekitarnya.

Kehadiran rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk membangun dan memperkokoh iman, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kasih, memperkuat pelayanan, serta menghadirkan kedamaian, pengharapan, dan persaudaraan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

Dengan hadirnya rumah ibadah tersebut, pembinaan mental dan spiritual prajurit serta keluarga besar Kodaeral IX diharapkan semakin kuat. Pada saat yang sama, gereja ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat toleransi, memperkokoh persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Maluku.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Danlanud Pattimura, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, perwakilan unsur Forkopimda Maluku dan Kota Ambon, Asintel Danguspurla Koarmada III, para Pejabat Utama Kodaeral IX dan tamu undangan lainnya. (@Dispen Kodaeral IX).

Kamis, 24 September 2026

Danrem Aji Mimbarno dan Dandim Sugeng Riyadi Tetap di Lapangan hingga Malam, Respons Cepat TNI AD Tangani Galodo Solok

Danrem Aji Mimbarno dan Dandim Sugeng Riyadi Tetap di Lapangan hingga Malam, Respons Cepat TNI AD Tangani Galodo Solok

KAB. SOLOK | Banjir bandang atau galodo yang menerjang sejumlah kawasan Kabupaten Solok membuat warga harus berhadapan dengan lumpur, batu, kayu dan material lainnya yang terbawa arus deras. Di tengah kondisi tersebut, jajaran TNI AD bergerak membantu masyarakat sejak awal kejadian, sementara Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno bersama Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi turun langsung mengawal penanganan di wilayah terdampak, Rabu, 23 September 2026.

Gerak cepat prajurit TNI AD sebelumnya juga terlihat ketika bencana menerjang kawasan Arosuka. Personel turun langsung membantu warga, melakukan penanganan di titik terdampak serta membantu membersihkan material yang mengganggu aktivitas dan akses masyarakat.

Penanganan kemudian berlanjut ke kawasan Nagari Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno bersama Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi turun langsung melihat kondisi lapangan dan memastikan personel yang dikerahkan dapat bekerja sesuai kebutuhan masyarakat.

Kehadiran pimpinan TNI AD di lokasi tidak hanya melihat kondisi akibat bencana, tetapi juga menjadi bagian dari koordinasi langsung terhadap langkah penanganan. Medan yang masih menyisakan lumpur, material kayu, batu dan berbagai sisa galodo membutuhkan pengerahan tenaga serta penanganan secara bertahap.

Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi terlihat terus mendampingi Danrem dalam memantau kondisi wilayah dan aktivitas personel. Koordinasi dilakukan agar penanganan di lapangan dapat menyesuaikan dengan situasi serta kebutuhan warga yang terdampak.

Yang terpantau awak media, aktivitas tersebut tidak berhenti ketika hari mulai malam. Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi bersama anggota masih terlihat berada di lapangan. Kehadiran itu berlangsung ketika penanganan dampak galodo masih membutuhkan perhatian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan menghadapi bencana tidak selesai hanya dengan satu kali kedatangan. Setelah arus galodo surut, persoalan baru muncul berupa material yang menutup akses, kerusakan lingkungan sekitar permukiman serta kebutuhan warga untuk kembali menjalankan aktivitas secara aman.

Sejak awal kejadian di kawasan Arosuka, prajurit TNI AD telah ikut membantu masyarakat menghadapi dampak bencana. Kehadiran mereka kemudian berlanjut dalam penanganan di sejumlah titik lainnya, termasuk kawasan Kayu Aro, dengan mengedepankan kebutuhan nyata di lapangan.

Bagi masyarakat yang rumah dan lingkungannya terdampak galodo, kehadiran aparat di tengah situasi sulit memiliki arti penting. Ketika warga masih membersihkan sisa material dan berupaya memulihkan kehidupan sehari-hari, personel TNI AD berada bersama mereka untuk membantu pekerjaan penanganan sesuai kondisi yang dihadapi.

Respons tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa TNI AD hadir untuk rakyat, mengabdi untuk negeri bukan sekadar slogan. Di tengah bencana Kabupaten Solok, prajurit hadir sejak penanganan awal, terus bergerak membantu warga, dan berdasarkan pantauan awak media masih berada di lapangan hingga malam bersama Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno dan Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi.

Katim RMO Group | Wyndoee
13.34

Selasa, 22 September 2026

Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dengan Harga Terjangkau, Kodim 1310/Bitung Ikut Berptartisipasi dalam Kegiatan Bazar Murah Peringati HUT ke-81 TNI

MANADO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Kodim 1310/Bitung turut berpartisipasi dalam kegiatan bazar murah yang digelar di Makorem 131/Santiago, Jl. Sam Ratulangi No. 33, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Selasa (22/9/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh satuan jajaran Korem 131/Santiago, termasuk Kodim 1310/Bitung yang dipimpin langsung oleh Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, bersama Ketua Persit KCK Cabang LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Meryah Dewa Made.


Kegiatan bazar murah diawali sambutan Pangdam XIII/Merdeka yang dibacakan oleh Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P., yang menyampaikan bahwa kegiatan bazar merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus wujud kepedulian dan kedekatan TNI dengan masyarakat.

"Pelaksanaan bazar murah bertujuan mempererat silaturahmi antara TNI dan rakyat, membantu meringankan beban masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dan berbagai produk pangan dengan harga relatif lebih terjangkau, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka," ujar Kasdam XIII/Mdk.


Usai sambutan Kasdam XIII/Mdk, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai tanda dimulainya bazar murah, foto bersama, serta peninjauan stand-stand bazar yang diikuti oleh satuan jajaran Korem 131/Stg dan para pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan bazar juga dirangkaikan dengan Video Conference (Vicon) secara serentak di seluruh jajaran TNI.


Pada kesempatan tersebut, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ mengatakan, kegiatan bazar murah dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat kurang mampu, sekaligus momentum untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil UMKM dalam rangka pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan bazar murah ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dan produk pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM khususnya dari Kota Bitung dan Kab. Minahasa Utara, untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka, sehingga dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkas Dandim.


Menurutnya, keterlibatan Kodim 1310/Bitung bersama Persit KCK Cabang LXII dalam kegiatan bazar murah tersebut, senantiasa untuk memberikan manfaat kepada masyarakat serta membangun kebersamaan melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat nyata. 

"Semoga melalui bazar murah ini, selain memeriahkan HUT ke-81 TNI, juga semakin memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.


Kegiatan bazar murah tersebut turut dihadiri, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, S.Sos., M.Si., Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE, Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei, Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto, S.I.P., para Asisten Kasdam XIII/Merdeka, para Kasi Kasrem 131/Santiago, para Dandim jajaran Korem 131/Stg, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 131/Santiago Ny. Evi Yuri Mamahi beserta pengurus, Pengurus dan anggota PIA Ardhya Garini Cabang Lanud Sam Ratulangi Manado, serta para pelaku UMKM. 

Diketahui, bazar murah dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 tersebut, dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 22 hingga 23 September 2026.

Senin, 21 September 2026

Nelayan Ketaping Sambut Pengembangan Kawasan Pesisir, Harapan Kesejahteraan Makin Terbuka

PDG.PARIAMAN | Bagi masyarakat nelayan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, laut bukan sekadar tempat mencari ikan. Di hamparan laut itulah sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan, memenuhi kebutuhan keluarga, serta menjaga keberlangsungan mata pencaharian yang telah dijalani dari waktu ke waktu. Karena itu, rencana pengembangan kawasan nelayan pesisir disambut dengan harapan oleh masyarakat setempat, Senin, 21 September 2026.

Ketua Kelompok Nelayan Ketaping, Roma Rio Adrian, menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kawasan nelayan pesisir yang lebih produktif, layak huni dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kawasan pesisir akan memiliki arti penting apabila berjalan seiring dengan penguatan kehidupan ekonomi masyarakat. Penataan permukiman dinilai perlu dibarengi dengan perhatian terhadap aktivitas nelayan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Pembangunan diharapkan tidak hanya memperhatikan aspek permukiman, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi dan usaha nelayan,” ujar Roma.

Di tengah harapan tersebut, nelayan Ketaping masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan aktivitas melaut. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM yang menjadi kebutuhan penting sebelum nelayan berangkat mencari hasil laut.

“Ketersediaan BBM yang terbatas dan sulit diperoleh dapat menghambat aktivitas nelayan serta meningkatkan biaya operasional,” jelasnya.

Bagi nelayan, biaya operasional menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan melaut. Ketika biaya meningkat, sementara hasil tangkapan tidak selalu dapat dipastikan, kondisi tersebut tentu ikut memengaruhi pendapatan yang dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain BBM, masyarakat nelayan juga berharap adanya perhatian terhadap sarana dan prasarana penunjang kegiatan perikanan. Bantuan pemerintah diharapkan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga keberadaannya benar-benar membantu nelayan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok nelayan sehingga benar-benar dapat mendukung peningkatan produktivitas,” tuturnya.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat nelayan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kawasan pesisir. Dengan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat, berbagai program pembangunan maupun bantuan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi nelayan dapat lebih cepat ditindaklanjuti,” ungkap Roma.

Harapan masyarakat sederhana, kawasan pesisir tidak hanya menjadi tempat tinggal yang lebih tertata, tetapi juga menjadi ruang kehidupan yang mampu memberikan kesempatan bagi keluarga nelayan untuk tumbuh dan berkembang. Pengembangan kawasan Ketaping diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan pendapatan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dari pesisir Ketaping, dukungan terhadap pembangunan pun berjalan bersama sebuah harapan: agar masyarakat dapat tetap menjaga laut sebagai sumber kehidupan, sementara pemerintah terus hadir melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kerja sama yang baik, kawasan nelayan diharapkan mampu tumbuh menjadi lingkungan yang lebih layak, produktif dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga-keluarga nelayan.

TIM

Minggu, 20 September 2026

Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto: Kasus Dugaan Pencabulan Anak Didalami, Empat Korban Jalani Pemeriksaan

POLRES PASAMAN BARAT | Perhatian jajaran Polres Pasaman Barat terhadap perlindungan anak kembali terlihat melalui penanganan cepat dugaan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur. Seorang pria berinisial EW (54), yang diketahui berprofesi sebagai ASN sekaligus guru mengaji, diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat di Jorong Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Sabtu, 19 September 2026.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan penanganan perkara tersebut. Penangkapan dilakukan setelah kepolisian menerima laporan mengenai dugaan tindakan pencabulan yang dialami sejumlah anak yang sebelumnya mengikuti kegiatan belajar mengaji di rumah EW di Jorong Bungo Tanjung, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.

Kasus tersebut mencuat setelah anak-anak yang diduga menjadi korban saling menceritakan pengalaman yang mereka alami kepada teman-temannya. Cerita itu kemudian diketahui oleh orang tua masing-masing, hingga keluarga memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum agar mendapatkan penanganan dan kepastian.

Saat para orang tua bersama masyarakat mendatangi rumah terduga pelaku, EW ternyata tidak berada di lokasi. Persoalan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sungai Beremas dan selanjutnya dikoordinasikan dengan Satreskrim Polres Pasaman Barat melalui Unit PPA untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.

Setelah laporan diterima, Tim Opsnal yang dipimpin Ipda Algino Ganaro bergerak melakukan penyelidikan. Petugas mengumpulkan informasi mengenai keberadaan EW hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di wilayah Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua Baru.

Sekitar pukul 18.30 WIB, petugas kemudian mengamankan EW tanpa memberikan ruang bagi yang bersangkutan untuk menghindar dari proses hukum. Setelah diamankan, EW dibawa untuk menjalani pemeriksaan dalam rangka mengungkap secara terang perkara yang dilaporkan.

Dalam pemeriksaan awal, penyidik memperoleh keterangan bahwa EW diduga melakukan perbuatan terhadap sejumlah murid yang belajar mengaji di rumahnya. Keterangan awal menyebut dugaan tindakan tersebut telah berlangsung sejak 2024. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan untuk memastikan konstruksi perkara.

Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata menegaskan penyidikan tidak berhenti pada penangkapan terduga pelaku. Penyidik masih menggali keterangan saksi, korban serta informasi lain yang diperlukan, termasuk kemungkinan adanya anak lain yang mengalami dugaan tindakan serupa.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak ragu melapor apabila memiliki informasi berkaitan dengan dugaan kekerasan atau pencabulan terhadap anak. Hingga kini, empat orang yang diduga sebagai korban telah menjalani visum dan pemeriksaan kesehatan dengan pendampingan Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa jajaran Polres Pasaman Barat akan menangani perkara tersebut secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan keadilan bagi para korban serta memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya. EW kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Catatan Redaksi: Dugaan tindak pidana dalam pemberitaan ini masih berada dalam proses hukum. Setiap pihak tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Polri untuk masyarakat.

TIM RMO

Polsek KPGD Bergerak ke Lokasi Viral Dugaan PETI, Fasilitas Tambang yang Ditinggalkan Ditindak

Sumatera Barat, Solok Selatan |  Menindaklanjuti maraknya informasi viral terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Polsek KPGD Polres Solok Selatan bergerak cepat dengan mendatangi lokasi yang dilaporkan masyarakat, Sabtu (19/09/2026).

Dipimpin langsung Kapolsek KPGD, Iptu Firman Qadri, S.H., bersama personel, tim menyusuri medan yang cukup ekstrem menuju lokasi yang berada di Ngalau Randah, Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan.
Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP M. Yogie Biantoro, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut.

"Benar, telah dilakukan penindakan terhadap dugaan PETI di wilayah hukum Polsek KPGD, tepatnya di Jorong Sapan Salak. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya yang saat ini sedang gencar kami laksanakan dalam merespons informasi dan laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI," ujar Kasat Reskrim.

Setelah menempuh perjalanan dengan kondisi medan yang cukup menantang, personel akhirnya tiba di lokasi yang dimaksud. Namun, setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang sedang berlangsung.Dari hasil pengecekan, lokasi tersebut diketahui sudah lama ditinggalkan. Meski demikian, personel tetap melakukan tindakan terhadap sejumlah fasilitas yang ditinggalkan, di antaranya pondok, box, dan asbuk, serta memasang garis polisi (police line) sebagai bagian dari langkah penanganan di lokasi.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Solok Selatan dalam menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan masyarakat, khususnya terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal.

"Kami akan selalu merespons setiap laporan masyarakat. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya dugaan aktivitas PETI, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Solok Selatan menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dugaan aktivitas PETI di wilayah hukumnya, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan.

(Humas)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi